Sabtu, 15 November 2014

NIAGA

KOMPLEK RUKO 
Kehidupan di Kota Baru Parahyangan semakin lengkap dengan adanya kawasan niaga di beberapa tatar, yaitu Pitaniaga, Wangsaniaga, Ratnaniaga dan Koridor Bandoeng Tempo Doeloe. Selain memudahkan para penghuni dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tentunya juga menguntungkan sebagai tempat usaha. Ruko-ruko di masing-masing tatar ini memiliki disain arsitektur yang unik menyesuaikan dengan gaya arsitektur rumah di tatar tersebut.

 WANGSANIAGA

Komplek ruko di Wangsaniaga berada di Tatar Wangsakerta, salah satu tatar yang dibangun pada tahap awal pembangunan Kota Baru Parahyangan dan lokasinya berdekatan dengan fasilitas kota mandiri lainnya. Kawasan niaga ini terkesan kokoh namun dinamis dalam gaya arsitektur Mediterania.
 PITANIAGA

Pitaniaga adalah kawasan niaga yang berada di Tatar Pitaloka. Komplek ruko ini tampak elegan dan cantik dengan gaya arsitektur Victorian (Europian).

 RATNANIAGA 

Ratnaniaga merupakan kawasan niaga di Tatar Ratnasasih. Menyatu dengan gaya arsitektur hunian di tatar ini, komplek ruko Ratnaniaga menganut gaya arsitektur modern minimalis yang membuat deretan ruko ini terlihat modern dan elegan.

 BRAGA CENTRALE

Pada masa kolonial, jalan Braga merupakan pusat berkumpulnya para sosialita jaman dahulu, dimana orang-orang Eropa yang ada di Bandung dan Batavia berkumpul dengan pakaian terbaik mereka berada di kawasan perkantoran, pertokoan, pusat hiburan, kafe dan restoran yang ada di jalan Braga.
Nostalgia inilah yang ingin dihidupkan kembali di Ruko Braga Centrale, Kota BAru Parahyangan. Kompleks ruko modern ini memiliki fasad yang dikembangkan mengadaptasi ciri-ciri arsitektur jalan Braga kota lama Bandung.
Berada di Braga Centrale Kota Bandung Parahyangan bukan saja menjadi saat berbelanja atau berbisnis yang menyenangkan, tetapi juga moment berharga memutar kembali kenangan indah di masa lalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar